Sekat

Mei 9, 2007

Ada sepi di ruang hampa. Sesepi rindu yang bersemilir. Kini lebih dewasa lebih waspada. Justru karena sepi selalu melenakan. Tersudut sendiri di labirin angan tak berkesudahan.

Saatnya memetamorfosiskan pikiran. Seperti memetamorfosiskan hati. Adalah metamorfosis menjelma dari ruang sempit ke lebih bebas. Hingga semua terlihat jelas.

Untuk Dinda Tina tersayang; Sejenak angin Madura membelaimu. Adaku untukmu selamanya. Meski terkatung-katung dan terseok kau mengartikannya berbeda. Tersenyumlah sayang… Kubawa segelintir buah hikmah dalam hidup ini yang tak seberapa. Di kelamnya senja kau akan tahu itulah caraku menyayangimu saja.

One Response to “Sekat”

  1. orido Says:

    puitis banget..
    semoga tak pudar oleh waktu…

Leave a Reply